SURABAYA, PustakaJC.co – Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, resmi ditunjuk sebagai lokasi uji coba (pilot project) pertama untuk penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading(ODOL). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tindakan nyata pemerintah dalam menyongsong pemberlakuan kebijakan nasional Zero ODOL pada tahun 2027 mendatang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penanganan masalah ODOL tidak lagi bisa berfokus pada jalur darat semata. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (14/10/2026).
Menurutnya, pengawasan ketat di titik simpul logistik seperti pelabuhan menjadi kunci mendasar, mengingat seluruh kargo yang turun dari jalur laut akan dilanjutkan pengirimannya menggunakan moda transportasi darat.
"Penanganan ODOL harus dilakukan secara menyeluruh, tidak boleh berhenti di jalan raya saja. Pengawasan juga harus diperkuat di pelabuhan," ujar Menhub Dudy Purwagandhi di Jakarta.
Guna menunjang keberhasilan uji coba penertiban tersebut, Pelabuhan Tanjung Perak kini telah dilengkapi dengan infrastruktur pengawasan berbasis data real-time. Fasilitas penunjang yang disediakan meliputi:
- Jembatan Timbang Kapasitas 80 Ton: Berfungsi mengontrol berat muatan bersih dan kotor setiap kendaraan yang akan memasuki area pelabuhan.
- Portal Pembatas Ketinggian 4,2 Meter: Berfungsi membatasi dan memastikan dimensi ketinggian fisik truk pengangkut sesuai dengan Regulasi Jalur Darat.
Sinergi Lintas Sektor dan Penindakan Terintegrasi
Guna mengawal implementasi di lapangan, Kementerian Perhubungan telah membentuk Tim Kerja Penerapan Zero ODOL yang melibatkan multi-stakeholder. Unsur penunjang ini terdiri dari jajaran regulator pemerintah, operator dan pemilik kapal, asosiasi logistik, akademisi, hingga media massa.
Tim gabungan ini difokuskan untuk memperkuat efisiensi integrasi sistem pengawasan, menjamin penindakan tegas di lapangan, serta menggencarkan edukasi mengenai bahaya kendaraan bermuatan berlebih.
Menhub Dudy mengingatkan bahwa pelanggaran ODOL memberikan dampak serius bagi keselamatan dan perekonomian nasional, mulai dari pemicu kecelakaan fatal, kemacetan lalu lintas, hingga percepatan kerusakan fasilitas jalan raya.
"Melalui sinergi seluruh stakeholder, kami ingin memastikan upaya menuju Zero ODOL berjalan secara konsisten mulai dari penguatan sistem dan pengawasan, hingga edukasi kepada masyarakat," pungkasnya. (ivan)