Dishub Jatim Siap Operasikan Trans Jatim Koridor II Malang Akhir Oktober, Pasuruan Jadi Target Berikutnya

pemerintahan | 21 Oktober 2026 07:42

Dishub Jatim Siap Operasikan Trans Jatim Koridor II Malang Akhir Oktober, Pasuruan Jadi Target Berikutnya
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mematangkan persiapan pengoperasian bus Trans Jatim Koridor II Malang yang dijadwalkan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Jumat, (30/10/2026) di Pendopo Kabupaten Malang.

 

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengonfirmasi bahwa seluruh aspek teknis dan operasional layanan transportasi publik tersebut sudah siap tanpa kendala berarti. Dilansir dari kompas.com, Rabu, (21/10/2026).

 

"Persiapannya sudah oke. Tidak ada masalah," ujar Nyono di Surabaya, Selasa, (20/10/2026).

 

 

 

 

 

Guna menjaga keberlangsungan operasional angkutan kota (angkot) setempat, Pemprov Jatim menyepakati bahwa rute awal keberangkatan Koridor II Malang tidak akan melewati Terminal Tipe A Arjosari. Kesepakatan ini merupakan hasil kompromi antara pemerintah daerah dan paguyuban angkot.

 

"Kami pastikan tidak melalui Terminal Arjosari. Kami memang ingin ada feeder-feeder dari teman-teman paguyuban yang akan mengantar penumpang dari halte Trans Jatim menuju Terminal Arjosari," jelas Nyono.

 

Dengan penyesuaian tersebut, Trans Jatim Koridor II Malang akan beroperasi melalui Terminal Tipe B dengan melayani rute kawasan Sulfat hingga Terminal Talangagung di Kepanjen. Sepanjang jalur keberangkatan, Dishub Jatim menyediakan 56 titik henti berupa halte dan bus stop.

 

Layanan ini akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB dengan mengandalkan 15 armada bus (14 armada operasional utama dan 1 armada cadangan). Untuk tarif perjalanan, masyarakat umum dikenakan biaya sebesar Rp5.000, sedangkan tarif khusus pelajar dan mahasiswa ditetapkan sebesar Rp2.500.

 

 

Setelah peluncuran Koridor II Malang, Pemprov Jatim berencana melanjutkan pengembangan jaringan Trans Jatim ke wilayah Pasuruan. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi aspirasi kelompok buruh yang membutuhkan akses transportasi terjangkau menuju kawasan industri.

 

"Kemungkinan Pasuruan. Karena Bu Gubernur sudah memerintahkan kita bergerak ke Pasuruan sesuai aspirasi teman-teman buruh pada 1 Mei kemarin untuk difasilitasi ke arah kawasan industri," ungkap Nyono.

 

Sementara itu, untuk pengembangan koridor di kawasan Jombang dan Mojokerto, pihak Dishub Jatim mengonfirmasi bahwa jalurnya masih dalam tahap kajian perencanaan. (ivan)