Pemprov Jatim Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda Lewat Program YOCOPRENE

pemerintahan | 23 Oktober 2026 04:39

 Pemprov Jatim Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda Lewat Program YOCOPRENE
Suasana Talkshow Ruang Publik TVRI Jawa Timur bertajuk YOCOPRENE. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda melalui program terintegrasi bertajuk YOCOPRENE. Program ini dirancang untuk menghubungkan berbagai tahapan pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, pendampingan, inkubasi, hingga akses permodalan dan pemasaran bagi wirausahawan muda di Jawa Timur.

 

Penguatan ekosistem tersebut dibahas dalam acara Talkshow Ruang Publik TVRI Jawa Timur bertema “YOCOPRENE: Anak Muda Jatim, Ide Besar untuk Ekonomi Tangguh Masa Depan” yang berlangsung di Surabaya, Kamis, (22/10/2026).

 

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, menjelaskan bahwa YOCOPRENE hadir sebagai peta jalan (roadmap) ekosistem digital kewirausahaan pemuda. Program ini bertujuan memastikan para wirausahawan pemula tidak berhenti di tahap pelatihan semata, melainkan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (23/10/2026).

 

“YOCOPRENEUR hadir sebagai peta jalan ekosistem digital kewirausahaan pemuda yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, inkubasi, kemitraan, hingga akses permodalan. Kami ingin memastikan anak-anak muda Jawa Timur tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan, tetapi mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Hadi Wawan.

 

 

Penguatan bisnis anak muda ini juga didukung oleh pemanfaatan teknologi digital dan model koperasi modern. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Haryo Bimo Bramantyo, menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha pemula melalui wadah bersama seperti koperasi multi pihak berbasis digital.

 

“Melalui koperasi multi pihak berbasis digital, anak-anak muda dapat membangun kolaborasi dalam satu ekosistem usaha. Digitalisasi tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan waktu,” jelas Haryo Bimo. Menurutnya, tantangan dan keterbatasan yang kerap dihadapi wirausahawan pemula akan lebih mudah diatasi secara bersama-sama.

 

Dari kacamata ketenagakerjaan, program ini juga ditargetkan untuk menekan angka pekerja informal serta mencetak pencipta lapangan kerja (job creator) baru di Jawa Timur.

 

Pengantar Kerja Ahli Madya Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Sunarya, mengungkapkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan proporsi pekerja informal di Jawa Timur saat ini mencapai 61,78 persen.

 

“Pelatihan vokasi tidak hanya diarahkan untuk membekali anak muda agar terserap di dunia kerja, tetapi juga mendorong mereka menjadi job creator. Melalui sinergi pelatihan kompetensi, manajemen usaha, dan pemasaran, anak muda diharapkan mampu membangun usaha sendiri sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang lain,” tutur Sunarya.

 

 

Sinergi berkelanjutan antara dinas kepemudaan, dinas koperasi & UKM, serta dinas tenaga kerja ini diharapkan dapat mematangkan gagasan bisnis generasi muda menjadi usaha nyata yang mandiri, tahan banting, serta berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan. (ivan)