selain merendam pemukiman warga, banjir rob ini diprakirakan bakal mengganggu berbagai aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Dampak yang diantisipasi meliputi gangguan moda transportasi, kendala bagi nelayan untuk melaut, penurunan aktivitas petani garam dan budidaya perikanan darat, hingga terhambatnya proses bongkar muat di pelabuhan.
Sebaran Wilayah Terdampak dan Jadwal Pasang Maksimum
BMKG Tanjung Perak merincikan wilayah pesisir Jawa Timur yang berpotensi diterjang banjir rob beserta estimasi waktunya:
- Pesisir Surabaya Barat (termasuk Gresik, Lamongan, dan Tuban):
- Waktu: 26–29 Oktober 2026 (Pukul 22.00–23.00 WIB)
- Ketinggian Pasang Maksimum: Hingga 140 cm
- Pesisir Surabaya Pelabuhan (termasuk Surabaya Utara, Benowo, Kalianak, dan Krembangan):
- Waktu: 27–29 Oktober 2026 (Pukul 23.00–24.00 WIB)
- Ketinggian Pasang Maksimum: Hingga 130 cm
- Pesisir Surabaya Timur (termasuk Sidoarjo, Pasuruan, dan Madura):
- Waktu: 27–28 Oktober 2026 (Pukul 23.00 WIB)
- Ketinggian Pasang Maksimum: Hingga 130 cm
Pemprov Jatim mengimbau masyarakat pesisir dan para pelaku usaha kelautan untuk tetap waspada dan memantau pembaruan informasi cuaca resmi selama periode pasang maksimum tersebut. (ivan)