Pemprov Jatim Lakukan Mitigasi Hadapi Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir

pemerintahan | 23 Oktober 2026 17:45

Pemprov Jatim Lakukan Mitigasi Hadapi Potensi Banjir Rob di Wilayah Pesisir
Banjir rob menggenangi lingkungan SDN Sawohan 2 dan SMPN Satu Atap Buduran di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Buduran, Sidoarjo, Jumat, (17/07/2026). (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersiap mengantisipasi potensi banjir rob yang diprediksi menerjang kawasan pesisir Jawa Timur pada 26 hingga 29 Oktober 2026. Langkah mitigasi ini dilakukan melalui koordinasi erat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Basarnas.

 

Prediksi dari BMKG Stasiun Tanjung Perak menunjukkan bahwa fenomena fase bulan purnama akan memicu pasang air laut maksimum. Ketinggian pasang air laut diperkirakan mencapai 130 hingga 140 cm di atas rata-rata permukaan air laut, yang berpotensi meluap ke pemukiman warga di pesisir. Dilansir dari kompas.com, Jumat, (23/10/2026).

 

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan pentingnya penanganan cepat dan antisipasi dini untuk meminimalkan dampak buruk bagi warga, khususnya para nelayan dan masyarakat pesisir.

 

"Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, dan Basarnas terkait mitigasi untuk masyarakat di wilayah terdampak rob, termasuk masyarakat nelayan yang melaut. Jika terjadi sesuatu, aktivasi sistem tanggap darurat akan segera kita lakukan," ujar Adhy, Jumat, (23/10/2026).