PACITAN, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan empat infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan pada Kamis, (22/10/2026). Peresmian ini dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas dan perekonomian antarwilayah pedesaan.
Didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Khofifah meresmikan empat proyek yang tersebar di Kecamatan Tegalombo, Nawangan, Sudimoro, dan Arjosari. Keempat infrastruktur tersebut ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Tahun Anggaran 2026. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (24/10/2026).
"Jalan yang semakin baik pasti nantinya memudahkan mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi warga. Mudah-mudahan empat infrastruktur yang kita resmikan hari ini membawa manfaat dan keberkahan," ujar Khofifah dalam sambutannya.
Keempat infrastruktur yang diresmikan meliputi:
- Perbaikan Jalan Napak Tilas Gerilya Jenderal Sudirman (Desa Kasihan, Kec. Tegalombo):Penanganan jalan sepanjang 2,25 kilometer ini menyerap anggaran Rp2,855 miliar. Lebar jalan yang semula hanya sekitar 2 meter dan rusak berbatu kini diperlebar menjadi 2,5–3 meter dengan kondisi yang jauh lebih layak.
- Pelebaran Jalan Ruas Arjosari–Purwantoro (Kec. Nawangan): Proyek pelebaran jalan hingga batas Provinsi Jawa Tengah ini menelan anggaran kontrak sebesar Rp13 miliar yang dikerjakan sejak 25 Maret hingga 2 Oktober 2026.
- Pembangunan Kembali Jembatan Kaligoro II (Desa Sumberejo, Kec. Sudimoro): Penanganan darurat akibat banjir ini menggunakan konstruksi jembatan Bailey sepanjang 30 meter dan lebar 3,1 meter dengan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,47 miliar.
- Talud Pengaman Jalan Karanggede–Jatimalang (Desa Karangrejo, Kec. Arjosari):Penanganan lereng akibat longsor ini dibangun menggunakan konstruksi bronjong senilai Rp1,51 miliar dari dana BTT untuk melindungi badan jalan.
Khofifah menekankan pentingnya respons cepat dalam pemulihan infrastruktur pascabencana mengingat jalur-jalur tersebut merupakan akses vital warga untuk mendistribusikan hasil pertanian, menjangkau fasilitas kesehatan, hingga akses pendidikan.
Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk bergotong royong menjaga serta merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Manfaat perbaikan jalan ini dirasakan langsung oleh warga setempat. Nurani, warga Desa Kasihan, menyampaikan rasa terimakasihnya atas perbaikan jalan gerilya di wilayahnya. Menurutnya, akses jalan kini sudah mulus dan aman dilalui, tidak seperti sebelumnya yang sering kali tak bisa melintas saat hujan deras. (ivan)