BANYUWANGI, PustakaJC.co – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dr. Agung Mulyono mengawal pengerjaan perbaikan jalan provinsi sepanjang 12,77 kilometer di Kabupaten Banyuwangi. Pekerjaan yang mencakup empat ruas jalan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Empat ruas yang masuk dalam program perbaikan meliputi Genteng–Temuguruh sepanjang 2,27 kilometer, Temuguruh–Wonorekso 5,15 kilometer, Benculuk–Glagah Agung 4,4 kilometer, serta Glagah Agung–Tegaldlimo sepanjang 950 meter. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (4/11/2026).
Agung mengatakan, pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi target penyelesaian. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan provinsi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat di Banyuwangi.
“Kita akan mengawal agar ruas jalan Genteng–Temuguruh sepanjang 2,27 km, Temuguruh–Wonorekso sepanjang 5,15 km, Benculuk–Glagah Agung sepanjang 4,4 km dan ruas Glagah Agung–Tegaldlimo sebesar 950 meter, bisa selesai tepat waktu,” kata Agung.
Politisi Partai Demokrat tersebut juga menegaskan komitmennya dalam merespons laporan masyarakat terkait kerusakan jalan provinsi. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pemprov Jatim.
Agung menyebut, penanganan terhadap kerusakan jalan diharapkan dapat dilakukan secara cepat agar tidak berlarut-larut dan berdampak pada aktivitas masyarakat.
“Jika ada ruas jalan yang rusak, saya bersama Kepala UPT berkomitmen agar dalam tiga hari sudah ada penanganan. Jangan sampai kerusakan dibiarkan terlalu lama dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Agung mengakui proses perbaikan jalan berpotensi menimbulkan gangguan sementara bagi pengguna jalan. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut selama pekerjaan berlangsung.
“Kalau ada perbaikan jalan, tentu ada sedikit ketidaknyamanan. Saya berharap masyarakat bisa memahami karena ini hanya sementara. Setelah selesai, manfaatnya akan dirasakan bersama,” tuturnya.
Selain memastikan pengerjaan berjalan sesuai target, Agung menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat selama proses perbaikan. Hal itu diperlukan agar pekerjaan infrastruktur tidak menghambat distribusi hasil pertanian maupun aktivitas perdagangan di wilayah Banyuwangi.
Pengawalan terhadap pengerjaan jalan tersebut diharapkan dapat memastikan peningkatan kualitas infrastruktur berjalan seiring dengan kebutuhan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. (ivan)