Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Terima Bantuan

pemerintahan | 05 November 2026 08:00

Khofifah Letakkan Batu Pertama Rutilahu di Probolinggo, Lima Warga Terima Bantuan
Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rutilahu diĀ  Probolinggo. (dok kominfo)

PROBOLINGGO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas upaya pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satunya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang menyasar lima warga di Kabupaten dan Kota Probolinggo.

 

Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Rutilahu oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di rumah milik Musripa, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa, (3/11/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Program ini juga merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jatim bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (5/11/2026).

 

Selain Musripa, bantuan di Kabupaten Probolinggo diberikan kepada Bahri yang tinggal di Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan.

 

Sementara di Kota Probolinggo, terdapat tiga penerima manfaat, yakni Sukarpin di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, serta Sumirah dan Juri yang masing-masing berdomisili di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.

 

Khofifah mengatakan, penyediaan hunian layak merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Perbaikan rumah tidak hanya menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan dan kelayakan sanitasi.

 

“Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasinya memadai atau tidak, kita upayakan hal tersebut,” ujar Khofifah.

 

 

Menurutnya, rumah memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hidup keluarga. Selain menjadi tempat berlindung, hunian yang layak juga mendukung kesehatan, kenyamanan, serta aktivitas sehari-hari para penghuninya.

 

Karena itu, pemenuhan kebutuhan rumah layak huni perlu menjadi perhatian berkelanjutan, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan yang masih tinggal di bangunan dengan kondisi kurang memadai.

 

“Tentu harapannya kebutuhan dasar masyarakat terkait rumah layak huni terutama untuk warga miskin di Jawa Timur dapat terpenuhi,” ungkapnya.

 

 

 

Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan agar rumah yang direnovasi benar-benar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Dengan demikian, penerima bantuan dapat segera menempati hunian yang lebih baik tanpa mengabaikan mutu pekerjaan.

 

Ia berharap penguatan dan perluasan program Rutilahu dapat terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak, termasuk BAZNAS Jawa Timur. Proses pembangunan lima rumah penerima manfaat di Probolinggo tersebut juga diharapkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.

 

“Penguatan dan perluasan Rutilahu harus membangun sinergi bersama BAZNAS. Kuncinya sinergi, sinergi, sinergi. Selain itu, ditargetkan sebelum Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya. (ivan)