Adapun empat ruas jalan yang masuk dalam paket pekerjaan pelebaran jalan menuju standar tersebut meliputi Genteng–Temuguruh sepanjang 2,27 kilometer, Temuguruh–Wonorekso sepanjang 5,15 kilometer, Benculuk–Glagah Agung sepanjang 4,4 kilometer, serta Glagah Agung–Tegaldlimo sepanjang 950 meter.
Paket pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kemantapan jalan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah Banyuwangi.
Dalam pelaksanaannya, UPT PJJ Banyuwangi melakukan pemantauan yang intensif terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, mulai dari persiapan hingga penyelesaian konstruksi.
Samsul menjelaskan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama pengerjaan berlangsung. Terlebih, pekerjaan dilakukan menjelang musim hujan sehingga pengaturan waktu pelaksanaan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pihaknya mengatur tahapan pekerjaan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan saat cuaca cerah akan diprioritaskan, sedangkan pekerjaan pengaspalan perlu memperhatikan kondisi hujan agar kualitas hasilnya tetap terjaga.
Selain mengejar target penyelesaian, pengawasan kualitas juga menjadi perhatian. UPT PJJ Banyuwangi melibatkan konsultan pengawas dan petugas internal untuk memeriksa pelaksanaan pekerjaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap material maupun hasil pekerjaan di lapangan, termasuk pengujian kepadatan pada bagian konstruksi jalan.
Menurut Samsul, pengawasan tersebut diperlukan agar hasil pekerjaan tidak hanya memenuhi target panjang penanganan, tetapi juga sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.