Empat Tokoh Jatim Diusulkan Raih Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2026

pemerintahan | 08 November 2026 12:15

Empat Tokoh Jatim Diusulkan Raih Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Pusat (TP2GP) RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, membahas usulan gelar Pahlawan Nasional bagi empat tokoh asal Jawa Timur, Sabtu, (7/11/2026). (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Empat tokoh asal Jawa Timur diusulkan memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2026. Usulan tersebut dibahas dalam audiensi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Pusat (TP2GP) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, (7/11/2026).

 

Keempat tokoh yang diusulkan yakni KH Muhammad Yusuf Hasyim, Mayor Jenderal Sungkono, Ali Sastroamidjojo, serta Letnan Kolonel Infanteri (Anumerta) Mohammad Sroedji. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (8/11/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut, tim TP2GP yang dipimpin Prof. Usep Abdul Matin menyampaikan informasi terkait proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi keempat tokoh tersebut.

 

Audiensi ini menjadi bagian dari koordinasi antara TP2GP dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses pengusulan gelar kehormatan bagi tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa serta kontribusi terhadap bangsa dan negara.

 

Khofifah menerima audiensi tersebut dengan didampingi jajaran Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.

 

 

Khofifah menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim TP2GP. Ia berharap seluruh tahapan pengusulan dapat berjalan lancar dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

 

“Semoga seluruh proses pengusulan berjalan lancar dan keempat tokoh dari Jawa Timur ini dapat memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026,” ujar Khofifah.

 

Pengusulan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk pengakuan negara terhadap jasa dan pengabdian tokoh-tokoh asal Jawa Timur dalam perjalanan sejarah Indonesia.

 

Selain itu, pemberian gelar Pahlawan Nasional juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para tokoh sekaligus memperkuat penghargaan terhadap kontribusi mereka bagi bangsa dan negara. (ivan)