Tiga wakil Jawa Timur yang meraih predikat Terbaik I nasional masing-masing yakni Johan Prasetyo, S.Hut. dari Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jabalnusra pada kategori Polisi Kehutanan (Polhut), Hendro Supeno dari Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi pada kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Lestari yang diketuai Sungkono dari Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.
Hendro Supeno dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dalam mendampingi masyarakat mengelola ekosistem mangrove di Teluk Pang Pang, Banyuwangi secara lestari.
Sementara itu, KTH Sumber Lestari mendapat penghargaan atas keberhasilannya mengembangkan pengelolaan hutan rakyat secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
Khofifah mengatakan, prestasi yang diraih tujuh wakil Jatim tersebut tidak diperoleh secara instan. Di balik penghargaan itu terdapat proses panjang berupa pendampingan, konsistensi, kerja bersama, serta kepedulian masyarakat dalam menjaga hutan dan lingkungan di wilayah masing-masing.
“Prestasi ini tidak lahir dalam waktu singkat. Ada ketekunan, konsistensi, kerja bersama, dan komitmen panjang dalam merawat hutan. Mereka membuktikan bahwa dari desa dan komunitas dapat lahir praktik-praktik terbaik yang menjadi inspirasi bagi Indonesia,” ujarnya.