Tujuh Wakil Jatim Berjaya di Penghargaan Wana Lestari 2026

parlemen | 02 September 2026 18:35

 

Lima penghargaan untuk kategori KTH, PKSM, Polhut, KKA, dan KPA diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 di Jakarta.

 

Sementara penghargaan untuk dua kategori perhutanan sosial, yakni Hutan Desa dan Hutan Kemasyarakatan, diserahkan oleh Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8).

 

Secara nasional, Penghargaan Wana Lestari Tahun 2026 diberikan kepada 63 penerima dari 20 kategori.

 

Penghargaan tersebut merupakan agenda tahunan Kementerian Kehutanan yang telah diselenggarakan sejak 2007. Ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada individu maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan manfaat hutan bagi masyarakat.

 

Proses penilaian dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.15 Tahun 2024 tentang Penghargaan Wana Lestari.

 

Khofifah berharap para penerima penghargaan dari Jawa Timur tidak berhenti pada capaian tersebut. Mereka diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus penggerak lahirnya inovasi baru dalam pengelolaan hutan di lingkungan masing-masing.

 

“Penghargaan ini bukanlah garis akhir. Justru setelah menerima penghargaan, praktik-praktik baik yang telah dilakukan harus semakin diperluas, direplikasi, dan ditularkan kepada kelompok maupun daerah lainnya,” pesannya.

 

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, penyuluh kehutanan, kelompok masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola hutan yang lestari, produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

 

Khofifah menegaskan, keberhasilan menjaga hutan pada akhirnya harus bermuara pada dua tujuan yang berjalan beriringan, yakni terjaganya fungsi ekologis hutan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

 

“Semangat Wana Lestari harus terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Hutan tetap terjaga, masyarakat memperoleh manfaat dan kesejahteraan, serta generasi mendatang dapat mewarisi lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.