PASURUAN, PustakaJC.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengguyur Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, dengan program integrasi bantuan air bersih dan Pasar Murah, Selasa, (8/9/2026).
Langkah ini diambil guna menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah di tengah musim kemarau panjang. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (8/9/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, intervensi pemerintah di wilayah terdampak kekeringan tidak boleh berfokus pada pasokan air bersih semata. Menurutnya, tekanan iklim musiman ini berdampak langsung pada penurunan daya beli dan beban ekonomi rumah tangga warga.
"Pasar Murah ini rutin kita lakukan. Hari ini di Lumbang yang kebetulan sedang menderita kekeringan. Tadi kita sudah memberikan bantuan air bersih, dan sekarang disusul dengan Pasar Murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Khofifah di Lapangan Lumbang (Koramil), Desa Cukurguling, Pasuruan.
Dalam giat tersebut, Pemprov Jatim menggelontorkan komoditas bahan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar:
- Beras Medium SPHP: Rp11.000 / kg
- Beras Premium: Rp14.000 / kg
- Minyak Goreng: Rp13.000 / liter
- Gula Pasir: Rp14.000 / kg
- Tepung Terigu: Rp10.000 / kg
- Telur Ayam Ras: Rp20.000 / pak
- Daging Ayam Ras: Rp32.000 / pak
- Bawang Merah & Putih: Rp6.000 / 250 gram
Selain penjualan komoditas bersubsidi dan keterlibatan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras SPHP secara gratis kepada puluhan warga lanjut usia serta membagikan paket sembako dan mainan anak.
Bawon (47), salah seorang warga Desa Cukurguling, menyambut baik intervensi langsung ini.
"Saya selama ini tidak pernah dapat bantuan, baru kali ini merasakan. Alhamdulillah tadi diberi beras gratis langsung dari Bu Khofifah," ujarnya.
Pemprov Jatim memastikan skema intervensi ganda berupa pemenuhan logistik air dan stabilisasi harga pangan akan terus digencorkan di berbagai titik rawan kekeringan selama masa kemarau berlangsung. (ivan)