SIDOARJO, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar program servis sepeda motor gratis bagi masyarakat umum sebagai wadah penerapan keahlian siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis otomotif. Program yang menyasar 8.100 unit kendaraan ini dilaksanakan serentak di 350 SMK di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81. Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati pengerjaan servis ringan hingga tune up kendaraan roda dua tanpa dipungut biaya. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (8/10/2026).
"Hal ini dapat menjadi momentum bagi SMK untuk memperkenalkan kemampuan siswa, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat," ujar Aries saat meninjau pelaksanaan servis gratis di SMK Islam Krembung, Sidoarjo, Kamis, (8/10/2026).
Aries menambahkan, beberapa SMK peserta program juga berinisiatif memberikan layanan tambahan bagi masyarakat, seperti penggantian oli hingga pencucian sepeda motor secara gratis. Langkah ini dinilai sebagai bukti kesiapan para siswa untuk terjun ke dunia usaha maupun dunia industri.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut meninjau lokasi mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dan pihak sekolah.
Menurutnya, aksi nyata ini tidak hanya menyemarakkan peringatan hari jadi provinsi yang jatuh pada 12 Oktober mendatang, tetapi juga mendorong SMK untuk terus mengembangkan kegiatan produktif berbasis kompetensi peserta didik.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat 426 SMK yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dengan total 57.094 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 SMK TSM yang melibatkan 55.035 siswa berpartisipasi aktif dalam ajang ini.
Dalam pembagian target pengerjaan layanan servis gratis tersebut, SMK negeri dialokasikan melayani sebanyak 2.795 unit motor, sedangkan SMK swasta ditargetkan mengani hingga 5.305 unit kendaraan masyarakat. (ivan)