MAGETAN, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos), tali asih pilar sosial, hingga program pemberdayaan desa senilai total Rp9,87 miliar bagi masyarakat Kabupaten Magetan pada Selasa, (6/10/2026). Penyerahan bantuan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi kelompok rentan.
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan tersebut digelar dalam acara Sapa Bansos Unggul Maju Berkelanjutan, yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (12/9/2026).
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa bantuan tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1–4 dengan kualifikasi tertentu, seperti keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas berat, hingga pekerja rentan.
"Berbagai program bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri dan produktif," ujar Khofifah di sela-sela kegiatan.
Dalam penyaluran ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengalokasikan total bantuan sebesar Rp4,625 miliar. Rinciannya meliputi:
- Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus): Rp2,578 miliar untuk 1.289 keluarga (masing-masing Rp2 juta/tahun).
- Penanganan Kemiskinan Ekstrem: Rp1,075 miliar untuk 717 jiwa.
- BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok: Rp189 juta bagi 189 penerima (masing-masing Rp1 juta/tahun).
- Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD): Total Rp496,8 juta untuk 138 penerima.
- BOP dan Tali Asih Pilar Sosial: Rp286,6 juta bagi 127 pilar sosial (Pendamping Disabilitas, Pendamping PKH, TKSK, dan Tagana).
Selain itu, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif sebesar Rp50 juta kepada 100 penerima manfaat (masing-masing Rp500 ribu) guna memperkuat modal usaha kecil sekaligus menghindarkan warga dari jerat rentenir.
Sektor pemberdayaan desa turut mendapat alokasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur sebesar Rp921,5 juta untuk BUMDesa, Desa Berdaya, Bantuan Keuangan Kabupaten, hingga program Jatim Puspa. Sementara itu, bantuan keuangan lintas dinas—meliputi Dinas Perumahan, Perhubungan, PU Bina Marga, serta Pertanian dan Ketahanan Pangan—dialokasikan senilai total Rp4,270 miliar.
Khofifah berharap seluruh dana bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat guna agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga setempat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung percepatan pembangunan dan penanganan masalah sosial di daerahnya.
"Sapa bansos ini menjadi simbol kolaborasi dalam mengatasi permasalahan sosial yang diharapkan membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Magetan," tutur Nanik.
Prosesi penyerahan bansos tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Magetan, jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim, pimpinan BUMD Jatim, serta unsur Forkopimda Kabupaten Magetan. (ivan)