SURABAYA, PustakaJC.co - Puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, (12/10/2026), berlangsung meriah dan sarat akan nuansa seni budaya. Momen unik terjadi ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Arumi Bachsin menaiki kereta musik tradisional Ul-Daul khas Madura di tengah rangkaian acara.
Ul-Daul—kesenian musik tradisional khas Pulau Madura yang memadukan ketukan alat musik bambu, instrumen modern, dan dekorasi kereta megah—menghadirkan irama dinamis serta menghentak. Kehadiran Khofifah dan Emil di atas Ul-Daul menjadi simbol energi kebersamaan yang menyatukan masyarakat Jawa Timur dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (12/10/2026).
Kehadiran musik Ul-Daul tersebut merupakan bagian dari pertunjukan tari kolosal bertajuk “Satya Bumi Jawa Timur” binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim. Selain Ul-Daul, sajian seni budaya tersebut juga memadukan pertunjukan Reog hingga Jaranan, yang memperlihatkan kekayaan dan keberagaman tradisi di Jawa Timur.
Pertunjukan “Satya Bumi Jawa Timur” menggambarkan perjalanan Jawa Timur yang tumbuh melalui doa, kebersamaan, pembangunan, serta semangat gotong royong. Atraksi ini sekaligus menyampaikan pesan pentingnya menjaga dan mengembangkan tradisi agar tetap berakar pada jati diri masyarakat di tengah perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keberagaman seni dan budaya merupakan kekayaan daerah yang harus terus dijaga. Menurutnya, tradisi dan kesenian menjadi sumber kekuatan penting dalam membentuk identitas masyarakat sekaligus menghadapi tantangan masa depan.
“Tradisi, bahasa, budaya, kesenian, dan kehidupan beragama membentuk jati diri masyarakat serta menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi perubahan,” ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Tema tersebut mencerminkan tekad untuk meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor, dengan tetap menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat harmoni, persatuan, dan kehidupan yang rukun serta inklusif sebagai fondasi utama dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur. (ivan)