PAMEKASAN, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada 21 penggerak dan inovator muda Jawa Timur dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Bakorwil Pamekasan, Rabu, (28/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah, inovator muda, inisiator lokal, serta mitra strategis yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan pembangunan kepemudaan di Jawa Timur. Dilansir dari kompas.com, Kamis, (29/10/2026).
Penghargaan itu terbagi dalam empat kategori, yakni enam penerima kategori Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur 2026, tujuh kategori Inovator Muda, tujuh kategori Inisiator Lokal, serta satu Mitra Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pada kategori Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur 2026, penghargaan diberikan kepada enam pemerintah daerah berdasarkan bidang kontribusinya.
Pemerintah Kota Surabaya meraih penghargaan bidang lingkungan, Kabupaten Lumajang bidang ekonomi, Kabupaten Tulungagung bidang digital, Kabupaten Bojonegoro bidang kesehatan, Kota Mojokerto bidang sosial dan inklusif, serta Kabupaten Ngawi bidang seni budaya.
Khofifah juga memberikan penghargaan kepada tujuh inovator muda asal Kabupaten Malang, yakni Rifat Almajid Asnun, Kania Indah Ramadhan, Fadhila Kresna Diarta, Yaprilidio Susetio Wobowo, Zahira Arzatisya Maharani, Muhammad Rizky Alfiansyah, dan Nasrullah Aziz.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda menerima penghargaan kategori Mitra Strategis atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan kepemudaan.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan komunitas untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan.
Menurutnya, pemuda perlu memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kemampuan, serta mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk keberanian, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
“Dari pengalaman itulah tumbuh keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan,” katanya.
Khofifah menegaskan, ruang bagi pemuda untuk belajar, berkarya, dan memimpin perlu terus diperluas. Generasi muda juga harus dilibatkan dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Pada momentum Hari Sumpah Pemuda, ia berharap semangat kebersamaan antargenerasi semakin kuat dalam membangun Jawa Timur dan Indonesia. Pengalaman generasi terdahulu, menurutnya, dapat berjalan beriringan dengan kreativitas generasi muda untuk mendorong kemajuan yang berkelanjutan.
“Jadilah pemuda yang patriotik dalam menjaga persatuan, gigih dalam memperjuangkan cita-cita, dan berempati dalam setiap langkah pengabdian. Dari Jawa Timur, mari kita hadirkan karya terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak perubahan melalui inovasi, pengabdian, dan keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional. (ivan)