Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengungkap bahwa ke depan, Muslimat NU akan mengembangkan sistem digital berbasis data kader. Sistem ini akan menyimpan hasil pemetaan Talent DNA sehingga proses penugasan kader bisa dilakukan berdasarkan kekuatan riil yang dimiliki.
“Kita perlu mulai menggunakan pendekatan manajerial modern dalam mengelola organisasi sebesar ini. Dengan data potensi kader, kita bisa menyusun program kerja yang lebih presisi dan membentuk tim kerja yang lebih solid,” tegasnya.
Khofifah juga berharap pelatihan Talent DNA menjadi bagian permanen dalam sistem kaderisasi Muslimat NU, mulai dari pusat hingga ke tingkat ranting. Menurutnya, penguatan kualitas kader sangat penting untuk menjadikan Muslimat NU sebagai motor perubahan sosial di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.