SURABAYA, PustakaJC.co - Menjelang Tahun Ajaran 2025/2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkenalkan inovasi terbaru dalam penerimaan siswa baru jenjang SMAN/SMKN, yaitu Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis AI yang diluncurkan di Kantor Dinas Pendidikan Jatim, Selasa, (20/5/2025).
“SPMB berbasis AI ini dirancang untuk memastikan proses seleksi berjalan lancar, objektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Kami juga didampingi tim ahli dari ITS untuk mengawal teknis pelaksanaannya,” jelas Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Untuk memudahkan masyarakat, selain sistem daring, Dinas Pendidikan membuka layanan bantuan melalui 10 nomor telepon, WhatsApp 24 jam di 0811 322 777 02, serta help desk di kantor Dinas Pendidikan dan UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan.
“Layanan informasi juga tersedia di setiap sekolah dan website resmi spmb.jatimprov.go.id,” tambah Khofifah.
Data dari Pemprov Jatim menunjukkan jumlah lulusan SMP sederajat tahun ini mencapai 682.252 siswa, sedangkan daya tampung SMAN dan SMKN mencapai 261.396 siswa, atau sekitar 38,31 persen.
“Kami memahami kebutuhan yang besar, oleh karena itu Pemerintah Provinsi menyiapkan 56.647 beasiswa dan potongan biaya pendidikan untuk siswa sekolah swasta, sebagai bentuk dukungan nyata,” jelas ketua muslimat NU itu.
Tahapan pendaftaran akan berlangsung mulai 19 Mei hingga 5 Juli 2025, meliputi entry dan verifikasi nilai rapor, pengambilan PIN, verifikasi tes kesehatan, serta berbagai jalur seleksi seperti afirmasi, prestasi, dan domisili.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga meresmikan Ruang Arsip dan Perpustakaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, perpustakaan adalah pusat ilmu pengetahuan dan sumber inspirasi bagi seluruh insan pendidikan di Jawa Timur.
“Ruang arsip yang representatif penting untuk menjaga dokumen dan memori kolektif demi kemajuan pendidikan di daerah kita,” tutup GunernurJatim.
Peluncuran SPMB berbasis AI ini menandai langkah maju dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan di Jawa Timur. Dengan dukungan teknologi dan layanan terpadu, diharapkan seluruh proses penerimaan siswa baru berjalan lebih efektif dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon murid. (ivan)