Dinas Pertanian Mendampingi Gubernur Jatim Tinjau Produk Unggulan, Dorong Akses Pasar

parlemen | 10 Juli 2025 11:07

Dinas Pertanian Mendampingi Gubernur Jatim Tinjau Produk Unggulan, Dorong Akses Pasar
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno (tengah), saat mendampingi gubernur Khofifah Indar parawansa (kiri) Dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim–NTB di Kota Mataram. (dok istimewa)

MATARAM, PustakaJC.co – Produk – produk unggulan dari Jawa Timur, terutama dari sektor pertanian, memiliki daya saing dan kualitas ekspor. Misi dagang ini menjadi peluang memperkuat jejaring bisnis serta mempertemukan langsung pelaku usaha dengan pasar luar daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah. Dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim–NTB di Kota Mataram, Selasa, (9/7/2025), berbagai pelaku usaha turut dilibatkan untuk memperluas jaringan dan memperkuat posisi sektor pertanian sebagai pendorong ekspor dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Khofifah hadir bersama rombongan pelaku usaha, pejabat OPD, dan mitra BUMD dalam misi dagang yang diikuti lebih dari 80 peserta. Kegiatan ini dirancang sebagai forum promosi produk, perluasan investasi, dan temu bisnis antara seller Jatim dan buyer lokal NTB.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, yang turut mendampingi dalam agenda tersebut, menjelaskan bahwa partisipasi sektor pertanian dalam misi dagang bukan hanya formalitas.

“Ini bukan hanya soal pameran. Kami ingin mempertemukan langsung petani, UMKM, dan pelaku usaha pertanian dengan buyer. Dengan begitu, produk pertanian Jatim bisa mendapat pasar yang lebih luas dan harga yang lebih kompetitif,” ujar Heru.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan KP Jatim secara rutin mengikuti misi dagang dan investasi di berbagai provinsi sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan pemberdayaan petani. Upaya ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap pengolahan hasil tani, inovasi kemasan, dan promosi branding produk lokal.

“Petani tidak cukup hanya produksi. Perlu ada dukungan distribusi, promosi, dan kemitraan agar berdaya saing tinggi di pasar nasional,” tambah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan itu.

Misi Dagang dan Investasi Jatim–NTB 2025 ini juga diisi dengan kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua provinsi. Selain sektor pertanian, produk lain seperti olahan makanan, kriya, fashion, hingga jasa juga ikut dipamerkan. (ivan)