PROBOLINGGO, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat rentan. Lewat program Roadshow Sapa Bansos, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan sosial senilai Rp2,232 miliar untuk warga Kota Probolinggo.
Dalam kunjungannya ke Halaman Asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kota Probolinggo, Senin, (14/7/1015), Gubernur Khofifah menyerahkan berbagai jenis bantuan sosial yang menyasar keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, buruh rokok, serta para pilar sosial.
“Insya Allah bansos bisa berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Gunakan dengan bijak, tingkatkan kemandirian dan tumbuhkan semangat kewirausahaan,” ujar Khofifah di hadapan warga dan para penerima manfaat.
Menurut Khofifah, total anggaran bansos Pemprov Jatim pada 2025 mencapai Rp179 miliar.
“Khusus untuk Kota Probolinggo, kami mengalokasikan Rp2,232 miliar. Ini bukan sekadar program, tapi wujud nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat,” tegasnya.
Berbagai bantuan yang disalurkan di antaranya:
•PKH untuk 579 keluarga: Rp1,158 miliar
•Bansos penyandang disabilitas (ASDP): Rp165,6 juta
•BLT buruh rokok lintas wilayah: Rp15,9 juta
•Bansos pendidikan (KIP PUTRI JAWARA): Rp360 juta
•KIP KPM JAWARA: Rp210 juta
•Alat bantu lansia dan penyandang disabilitas: Rp57,9 juta
•BOP & tali asih bagi pilar sosial (SDM PKH Plus, TKSK, TAGANA, dll): Rp265,2 juta
Tak hanya itu, Khofifah juga menyerahkan santunan duka senilai Rp10 juta kepada ahli waris Anang Suryono, korban laka laut asal Probolinggo.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa Sapa Bansos merupakan bagian dari upaya menyapa langsung masyarakat dan memastikan bantuan diterima secara tepat.
“Hari ini tidak hanya penerima manfaat, tapi juga hadir 100 orang tua wali murid dari Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur. “Ibu Gubernur bukan hanya datang, tapi juga membawa oleh-oleh luar biasa. Bantuan ini jadi penguat kami dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ucapnya.
Dengan pendekatan langsung dan penyaluran yang transparan, Khofifah ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dari program kesejahteraan. (ivan)