JEMBER, PustakaJC.co – Kabupaten Jember siap mengukir sejarah baru sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jawa Timur 2025 pada September mendatang. Bupati Jember Muhammad Fawait dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomitmen menghadirkan MTQ yang religius, meriah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, MTQ tahun ini bukan sekadar lomba tilawah, melainkan momentum kebersamaan dan kebangkitan ekonomi lokal. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (27/8/2025).
“Dengan dukungan penuh dari Ibu Gubernur, kami optimis MTQ di Jember kali ini akan menjadi yang terbesar dan paling spesial sepanjang sejarah pelaksanaan di tingkat provinsi,” ujar Gus Fawait di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat luas menjadi kunci sukses. “Ini bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga momentum kebersamaan. Jember siap memberi kesan terbaik bagi seluruh peserta dan masyarakat Jawa Timur,” tambahnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya menghadirkan UMKM dalam rangkaian kegiatan MTQ.
“MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga momentum pemberdayaan ekonomi. UMKM dan pelaku usaha kecil harus merasakan manfaatnya. MTQ di Jember harus menjadi pesta rakyat yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Khofifah.
Sebagai bentuk dukungan, pameran UMKM akan dipusatkan di Alun-Alun Jember, pusat keramaian yang strategis. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah diperkirakan hadir dan mendorong perputaran ekonomi lokal.
Selain pameran, panitia juga menyiapkan agenda pendukung seperti pentas seni Islami, bazar ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial keagamaan yang melibatkan masyarakat luas.
Dengan semangat religius dan optimisme pembangunan ekonomi, MTQ Jawa Timur 2025 di Jember diharapkan menjadi perhelatan yang menyatukan syiar Al-Qur’an dengan penguatan ekonomi rakyat. Jember siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menggaungkan lantunan ayat suci, tetapi juga menghidupkan denyut perekonomian masyarakat. (ivan)