Misi Dagang Jatim–Sulteng Raup Rp1,54 Triliun Khofifah Tegaskan Kuatnya Ekonomi Antarwilayah

parlemen | 19 Oktober 2025 17:47

 

Kerja sama juga dilakukan antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, serta dengan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulteng. Selain itu, turut menandatangani kesepakatan kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kehutanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Dinas Komunikasi dan Informatika dari kedua provinsi. Tak hanya antarinstansi pemerintah, kerja sama juga diperluas melalui penandatanganan antara KADIN, HIPMI, IWAPI, dan FORKAS Jawa Timur dan Sulawesi Tengah untuk memperkuat jejaring pelaku usaha lintas daerah.

 

Khofifah menjelaskan bahwa capaian transaksi yang sangat besar kali ini menunjukkan kuatnya potensi perdagangan dan investasi antara pelaku usaha Jatim dan Sulteng. Produk unggulan Jatim yang paling diminati antara lain bahan bangunan, benih hortikultura, susu dan olahan daging, daging sapi, pakan ikan dan udang, daging ayam, mesin las, mesin pengurai sabut kelapa, buah apel dan jeruk, beras, tepung mocaf, gula merah (brown sugar), serta alat olahraga.

 

Sementara dari sisi pembelian, pelaku usaha Jatim banyak melakukan transaksi untuk komoditas unggulan Sulteng seperti kopi arabika natura, kelapa bulat, ikan kembung, tuna, bandeng, kemiri, dan rotan asalan. Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jatim–Sulteng tahun 2022, total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp4,693 triliun, dengan nilai bongkar (pembelian dari Sulteng) sebesar Rp1,357 triliun dan nilai muat (penjualan ke Sulteng) sebesar Rp3,336 triliun. Neraca perdagangan Jatim terhadap Sulteng tercatat surplus Rp1,978 triliun.