Misi Dagang Jatim–Sulteng Raup Rp1,54 Triliun Khofifah Tegaskan Kuatnya Ekonomi Antarwilayah

parlemen | 19 Oktober 2025 17:47

 

Lima komoditas utama yang dijual Jatim ke Sulteng meliputi motor dan generator DC ≤37,5 watt sebesar 29,85 persen, tembakau dan produk turunannya 22,17 persen, ubin dan paving keramik 12,55 persen, lori crane dan mobil derek 8,99 persen, serta trailer dan semi-trailer lainnya sebesar 4,50 persen, dengan total kontribusi 78 persen terhadap keseluruhan ekspor antarwilayah. Sedangkan lima komoditas utama yang dibeli Jatim dari Sulteng adalah tanaman bahan wewangian, farmasi dan insektisida sebesar 91,52 persen, kakao 1,91 persen, kayu gelondongan non-konifera 1,88 persen, barang plastik kemasan 1,77 persen, dan buah tropis-subtropis 1,74 persen, yang seluruhnya menyumbang 97,6 persen dari total pembelian Jatim dari Sulteng.

 

Khofifah menegaskan bahwa misi dagang ini bukan sekadar kegiatan transaksi, melainkan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi lintas sektor. Jawa Timur, lanjutnya, memiliki 293 Desa Devisa yang telah mendapat Surat Keputusan (SK) dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Melalui SK tersebut, Desa Devisa mendapatkan pembinaan, penguatan desain sesuai tren pasar, penguatan modal, hingga akses ke pasar ekspor. 

 

“Sulteng punya potensi besar di sektor kain tenun dan songket yang bisa dijadikan Desa Devisa. Kami siap berkolaborasi dan saling memperkuat,” ujar Khofifah.