SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kebanggaannya setelah Jawa Timur kembali meraih Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Prestasi ini menegaskan konsistensi pelajar Jatim sebagai salah satu kekuatan riset pelajar terbaik di Indonesia.
Dalam kompetisi nasional yang digelar pada 10–16 November 2025 itu, kontingen Jatim memborong 21 medali, terdiri dari 6 emas, 9 perak, 5 perunggu, serta 1 penghargaan khusus budaya lokal. Dilansir dari detik.com, Rabu, (19/11/2025).
“Alhamdulillah, siswa-siswi kita kembali menorehkan prestasi membanggakan. Ini tidak lepas dari kerja keras para pelajar, guru, dan mentor yang telah mendampingi,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa, (18/11/2025).
Khofifah menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari ekosistem pendidikan dan pembinaan penelitian yang terus hidup di lingkungan sekolah. Ia berharap karya-karya siswa tidak berhenti pada ajang lomba, tetapi dapat memberikan manfaat nyata di masyarakat.
“Ketika di level SMP dan SMA saja anak-anak kita sudah mampu menunjukkan prestasi riset yang kuat, tentu ini menjadi fondasi penting bagi penelitian lanjutan,” ujarnya.
Di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan perolehan 4 medali emas dan 6 medali perunggu. D.I. Yogyakarta menyusul di peringkat ketiga dengan 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Sementara DKI Jakarta mencatatkan 1 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.
Gelar Juara Umum tahun ini juga menjadi keberhasilan dua tahun berturut-turut bagi Jawa Timur. Pada 2024, Jatim mengoleksi 23 medali dan menyabet gelar yang sama.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menuturkan bahwa prestasi beruntun ini tidak lepas dari berkembangnya kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di sekolah. Ia menyebut para siswa kini semakin aktif menghasilkan inovasi dan penelitian setiap tahun.
“OPSI memiliki tensi dan persaingan yang tinggi. Karena itu, mempertahankan juara umum tidak mudah. Namun kontingen Jatim mampu tampil lebih siap dibandingkan peserta lain,” jelasnya.
Bidang yang dilombakan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Sosial–Kemanusiaan–Budaya, serta Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.
Peraih Medali Emas:
• SMPN 1 Sedati
• MTsN 1 Kota Malang
• SMP Al Falah Darussalam
• SMPN 1 Surabaya
• SMKN 1 Tapen
• MAN 2 Kota Malang
Peraih Medali Perak antara lain: SMP Progresif Bumi Sholawat, MTsN 1 Kota Malang, SMP Brawijaya Smart School, SMPN 1 Tempeh, MAN 1 Jombang, SMAN 1 Glagah, MAN 2 Mojokerto, MAN 1 Kota Malang, MAN 2 Kota Malang.
Peraih Medali Perunggu: SMPN 1 Kediri, SMP Sains Tebuireng, SMPN 6 Surabaya, MTsN 1 Tulungagung, MTsN 1 Blitar.
Sementara Penghargaan Khusus Budaya Lokal diraih MTsN 1 Blitar. (ivan)