Gubernur Khofifah Sabet Dua Penghargaan Nasional di Ajang Naker Award 2025

parlemen | 10 Desember 2025 05:03

Gubernur Khofifah Sabet Dua Penghargaan Nasional di Ajang Naker Award 2025
Pemprov Jatim Raih Predikat Terbaik dalam Produktivitas dan Pengawasan Ketenagakerjaan. (dok istimewa)

JAKARTA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Pada Naker Award 2025, Jatim meraih dua penghargaan prestisius sekaligus: Pembina Produktivitas dan Provinsi Terbaik Pertama dengan Kinerja Pengawasan Ketenagakerjaan Terbaik. Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Sigit Priyanto, mewakili Gubernur Khofifah yang berhalangan hadir.

 

Khofifah menyebut capaian ini menjadi energi baru bagi Jatim untuk memperkuat posisi sebagai motor ekonomi nasional. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (10/12/2025).

 

“Alhamdulillah penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus produktif dan berdaya saing,” ujar Gubernur Khofifah.

 

 

Penghargaan Pembina Produktivitas yang kembali diraih untuk ketiga kalinya menunjukkan konsistensi Pemprov Jatim dalam membangun iklim usaha yang aman, kondusif, dan berorientasi pertumbuhan industri. Selain itu, prestasi Jatim juga tercermin dari keberhasilan lima perusahaan yang menerima Penghargaan Produktivitas Paramakarya 2025.

 

Lima perusahaan tersebut yakni:

PT Amerta Indah Otsuka (Kab. Pasuruan)

PT Dok Pantai Lamongan (Kab. Lamongan)

PT POMI – Paiton Operation & Maintenance Indonesia (Kab. Probolinggo)

PT Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia – YEMI (Kab. Pasuruan)

PT Yamaha Musical Products Indonesia – YMPI (Kab. Pasuruan)

 

Jatim juga dinilai unggul dalam berbagai indikator pengawasan ketenagakerjaan, termasuk penyusunan RKU, penguatan WLKP, peningkatan kompetensi pengawas, evaluasi kinerja 360°, hingga penyelesaian kasus pelanggaran norma kerja. Provinsi ini juga menunjukkan komitmen kuat dalam pembinaan K3 serta program P2 HIV-AIDS di lingkungan kerja.

 

 

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak lepas dari filosofi kerja Jatim BISA (Berdaya, Inklusif, Sinergis, Adaptif) yang terus ia dorong untuk diimplementasikan tidak hanya di birokrasi, tetapi juga di dunia usaha dan tenaga kerja. 

 

“Masa depan membutuhkan lompatan progresif. Jatim harus terus berinovasi,” tegasnya.

 

Pemprov Jatim memastikan program pembinaan produktivitas dan perlindungan tenaga kerja akan terus diperkuat untuk menjaga daya saing industri. 

 

“Penghargaan ini harus menjadi motivasi seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan kinerja terbaik,” pungkas Gubernur Jatim ini. (ivan)