Andriyanto menambahkan, penganugerahan Kovablik 2025 menandai komitmen baru Pemprov Jatim untuk menjadikan inovasi terpilih sebagai bagian dari standar pelayanan publik di seluruh perangkat daerah.
“Ribuan inovasi akan dihimpun dalam repositori digital sebagai legacy yang dapat dimanfaatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, BRIDA Jawa Timur meluncurkan dua platform digital strategis, yakni Podokaya In Jatim dan Orbit Jatim, sebagai penguatan ekosistem inovasi daerah.
Podokaya In Jatim merupakan aplikasi digital untuk mempermudah pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para inovator, mulai dari pendaftaran, verifikasi, hingga penerbitan sertifikat.