Ia menjelaskan, layanan deteksi dini berperan penting dalam mengidentifikasi gangguan pendengaran sejak masa kehamilan hingga balita. Deteksi yang cepat memungkinkan intervensi medis dan edukatif lebih awal, sehingga menekan risiko keterlambatan perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif anak.
Resource Center yang diresmikan merupakan hasil kolaborasi RSUD Dr. Soetomo, RS Islam Surabaya, dan SLB-B Karya Mulya. Layanan ini tidak hanya fokus pada anak, tetapi juga membekali keluarga dengan pendampingan teknis, termasuk perawatan alat bantu dengar.
“Manfaat deteksi dini tidak hanya untuk anak, tetapi juga keluarga agar mampu mengambil langkah antisipatif dan adaptif,” tegasnya.