Cek BBWS Brantas, Wagub Emil Tekankan Pengendalian Banjir Kali Kedurus

parlemen | 07 Januari 2026 13:28

Cek BBWS Brantas, Wagub Emil Tekankan Pengendalian Banjir Kali Kedurus
Wagub Emil meninjau BBWS Brantas. (dok detik)

SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas guna memastikan kesiapan Jawa Timur menghadapi potensi curah hujan sangat tinggi pada Januari 2026.

 

Dalam kunjungan tersebut, Emil didampingi Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor serta Kepalo Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto. BBWS Brantas diketahui bertanggung jawab atas pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang membentang di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dilansir dari detik.com, Rabu, (7/1/2026).

 

Emil menyebut Januari merupakan periode rawan cuaca ekstrem. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan kesiapan infrastruktur sumber daya air menjadi kunci untuk meminimalkan risiko banjir.

 

“Seperti yang sudah berkali-kali disampaikan Ibu Gubernur dan BMKG, Januari ini memiliki potensi curah hujan yang sangat tinggi. Maka kesiapan harus benar-benar dipastikan,” ujar Emil, Rabu, (7/1/2026).

 

 

 

Ia mengapresiasi Command Center BBWS Brantas yang dinilai memiliki sistem pemantauan berteknologi tinggi. Melalui dashboard tersebut, pemerintah dapat memantau kondisi bendungan, tanggul sungai, dinding penahan, hingga pos-pos pantau secara real time.

 

Menurut Emil, pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pemerintah mengambil langkah preventif maupun respons cepat saat terjadi peningkatan debit air sungai.

 

Selain itu, Emil juga menyoroti penggunaan SITABA (Sistem Informasi Tanggap Bencana) milik Kementerian PUPR yang menyediakan data historis kebencanaan. Data tersebut menjadi dasar penting dalam memproyeksikan risiko dan menentukan langkah antisipasi yang lebih tepat.

 

“Data dari kejadian sebelumnya menjadi basis bagi kita untuk melakukan proyeksi risiko ke depan. Sistem di BBWS dan Command Center BPBD bisa saling melengkapi,” jelasnya.

 

 

 

Sejumlah program strategis turut mendukung pengendalian banjir di Jawa Timur, di antaranya National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai Asian Development Bank (ADB) untuk wilayah Surabaya dan Malang. Emil berharap program ini ke depan dapat diperluas hingga mencakup kawasan Surabaya Raya.

 

Selain itu, terdapat Volcanic Risk Reduction Program dari JICA Jepang yang difokuskan pada penanganan sedimen di Lumajang, serta pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 terkait percepatan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

 

“Melalui Inpres ini, akan dibangun sumur-sumur dengan kapasitas di atas 10 hingga 20 liter per detik di sekitar 70 titik di Jawa Timur,” ungkap Emil.

 

 

 

Untuk penanganan banjir perkotaan, BBWS Brantas saat ini memprioritaskan normalisasi dan penguatan Kali Kedurus Surabaya. Koordinasi juga terus dilakukan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, khususnya terkait penanganan banjir di kawasan Ketintang.

 

Rencananya, akan dibangun pompa pengendali banjir di sisi sungai. Namun, Emil mengakui terdapat bangunan yang harus ditertibkan karena berdiri di atas lahan sempadan sungai.

 

Meski demikian, ia menegaskan penertiban akan dilakukan dengan pendekatan humanis serta disertai solusi relokasi bagi warga terdampak.

 

“Ini dilakukan demi kepentingan yang lebih besar, untuk melindungi ribuan warga dari ancaman banjir. Pendekatannya tetap manusiawi,” pungkas Wagub Jatim itu. (ivan)