NTP Naik, Kesejahteraan Petani Jawa Timur Kian Menguat

parlemen | 10 Januari 2026 05:46

NTP Naik, Kesejahteraan Petani Jawa Timur Kian Menguat
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI ,Prabowo Subianto. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kesejahteraan petani di Jawa Timur menunjukkan tren positif pada akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 118,96, naik 3,95 persen dibanding November 2025 yang berada di angka 114,44.

 

Kepala BPS Jawa Timur Dr. Ir. Zulkipli, M.Si menjelaskan, kenaikan NTP dipicu oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 4,99 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 1,00 persen.

“Kondisi ini mencerminkan perbaikan terms of trade petani dan menguatnya daya beli masyarakat perdesaan,” ujar Zulkipli dalam Berita Resmi Statistik.

 

 

Dari lima subsektor pertanian, tiga subsektor mencatat kenaikan NTP. Subsektor hortikultura menjadi yang tertinggi, melonjak 32,88 persen dari 134,28 menjadi 178,43. Kenaikan ini didorong lonjakan harga cabai rawit, bawang merah, dan wortel.

 

Selain hortikultura, subsektor perikanan naik 2,10 persen, disusul peternakan 1,11 persen. Sementara itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 3,14 persen, dan tanaman pangan turun 0,50 persen.

 

Capaian sektor pertanian Jawa Timur juga mendapat apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat.

 

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen Jawa Timur, khususnya para petani dan pemangku kepentingan di sektor pertanian,” kata Khofifah.

 

 

Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Timur juga meningkat 4,92 persen menjadi 125,34, dengan kenaikan tertinggi kembali terjadi pada subsektor hortikultura.

 

BPS mencatat, Jawa Timur menjadi provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi di Pulau Jawa pada Desember 2025, melampaui DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

 

“Capaian ini menjadi indikator positif bagi kesejahteraan petani, meski fluktuasi harga komoditas strategis tetap perlu diantisipasi,” pungkas Zulkipli. (ivan)