Tinjau Banjir Lamongan, Khofifah Pastikan Modifikasi Cuaca Dilakukan

parlemen | 11 Januari 2026 09:12

Tinjau Banjir Lamongan, Khofifah Pastikan Modifikasi Cuaca Dilakukan
Gubernur Khofifah saat meninjau banjir di Lamongan. (dok detik)

 

 

LAMONGAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu, (10/1/2026).

 

Khofifah menyebut banjir dipicu lonjakan curah hujan yang sangat tinggi sepanjang Januari 2026. Berdasarkan analisis cuaca, intensitas hujan bulan ini meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan Desember 2025. Dilansir dari detik.com, Minggu, (11/1/2026).

 

Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov Jatim telah melakukan teknologi modifikasi cuaca sejak awal Desember. Namun, pelaksanaannya masih terbatas karena keterbatasan sarana.

 

“Modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak 5 Desember. Saat ini kemampuan provinsi baru di dua titik, padahal idealnya bisa empat hingga lima titik. Akibatnya, masih ada wilayah yang menerima curah hujan tinggi,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menjelaskan, curah hujan di Lamongan tercatat mencapai 100,4 milimeter per hari. Angka itu disebut sudah menurun berkat modifikasi cuaca, mengingat prediksi awal BMKG berada di kisaran 300 hingga 400 milimeter.

 

Selain upaya teknis, Khofifah mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana lain yang belum bisa dimitigasi dengan teknologi.

 

“Hujan masih bisa kita ikhtiarkan. Tapi angin kencang dan gempa bumi belum bisa dialihkan dengan teknologi apa pun. Karena itu, kewaspadaan tetap menjadi kunci,” tegasnya.

 

 

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa intensitas hujan tinggi selama dua hari terakhir menyebabkan kenaikan tinggi muka air. Kondisi tersebut membuat Pintu Air Kuro ditutup setelah ketinggian air naik dari 50 milimeter menjadi 68 milimeter.

 

Akibatnya, genangan air setinggi 10 hingga 15 sentimeter terjadi di lima kecamatan, yakni Deket, Kalitengah, Turi, Glagah, dan Karangbinangun.

 

“Sudah tiga tahun Lamongan tidak mengalami banjir seperti ini. Kehadiran Ibu Gubernur memberi ketenangan bagi masyarakat karena penanganan dipastikan langsung di lapangan,” kata Yuhronur.

 

 

[halamqn]

 

Pemkab Lamongan bersama Pemprov Jatim juga telah membahas langkah jangka panjang, termasuk perbaikan sistem drainase dan saluran pembuangan air, guna menekan risiko banjir ke depan.

 

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang, waspada, dan optimistis. Dengan ikhtiar bersama, insyaallah solusi terbaik akan ditemukan,” pungkasnya (ivan)