Isra Mikraj Jadi Refleksi Sosial, Khofifah Tekankan Disiplin Salat dan Etika Kebersamaan

parlemen | 17 Januari 2026 09:06

Isra Mikraj Jadi Refleksi Sosial, Khofifah Tekankan Disiplin Salat dan Etika Kebersamaan
flyer ucapan Isra Mikraj. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat disiplin ibadah sekaligus menumbuhkan ketakwaan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

 

Khofifah menegaskan, Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan titik penting lahirnya perintah salat lima waktu yang menjadi fondasi pembentukan karakter umat Islam. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (17/1/2026).

 

“Dari Isra Mikraj inilah lahir perintah salat lima waktu. Maka momentum ini harus kita jadikan refleksi untuk memperbaiki disiplin salat, karena salat membentuk keteraturan hidup,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat, (16/1/2026).

 

 

 

Menurutnya, nilai-nilai Isra Mikraj sangat relevan dengan tantangan masyarakat modern yang serba cepat dan penuh distraksi. Disiplin salat, kata Khofifah, melatih tanggung jawab, ketepatan waktu, serta ketertiban dalam menjalankan peran sosial.

 

“Disiplin ibadah akan tercermin dalam sikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya urusan ritual, tapi juga moral sosial,” jelasnya.

 

Khofifah juga menyebut Isra Mikraj sebagai ujian keimanan yang menuntut kedewasaan dalam bersikap. Keimanan yang matang, lanjutnya, akan melahirkan sikap saling menghargai dan menjauhkan umat dari perilaku mudah menghakimi.

 

“Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, iman seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu konflik,” tegasnya.

 

 

 

Selain itu, ia menyoroti makna persatuan dalam salat berjamaah. Menurut Khofifah, shaf salat menggambarkan kesetaraan tanpa sekat status sosial, jabatan, maupun latar belakang.

 

“Salat berjamaah mengajarkan kebersamaan tanpa diskriminasi. Ini nilai Bhinneka Tunggal Ika yang nyata kita praktikkan dalam ibadah,” tuturnya.

 

Di tengah kondisi sosial yang kerap terpolarisasi, Khofifah berharap pesan persatuan dalam Isra Mikraj dapat menjadi penguat harmoni sosial.

 

“Semoga Isra Mikraj ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat disiplin ibadah, kedewasaan beriman, ketakwaan sosial, dan kebersamaan. Inilah fondasi penting membangun masyarakat yang beradab dan harmonis,” pungkasnya. (ivan)