Khofifah Buka Bimtek Kepsek dan Tendik SR se-Jatim, Tegaskan Sekolah Rakyat Strategi Putus Kemiskinan

parlemen | 18 Januari 2026 09:47

Khofifah Buka Bimtek Kepsek dan Tendik SR se-Jatim, Tegaskan Sekolah Rakyat Strategi Putus Kemiskinan
Gubernur Khofifah Buka Bimtek Kepsek dan Tendik SR Se-Jatim. (dok bhirawq)

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperkuat peran Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis memutus mata rantai kemiskinan.

 

Bimtek tersebut diikuti 26 Kepala Sekolah Rakyat, 91 Wali Asrama, dan 86 Wali Asuh dari seluruh Jawa Timur. Hadir pula Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Choiri Fauzi, serta Prof. Mohammad Nuh sebagai keynote speaker. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Minggu, (18/1/2026).

 

Gubernur Khofifah menegaskan, Bimtek ini merupakan langkah proaktif Pemprov Jatim untuk meningkatkan kapasitas pengelola Sekolah Rakyat yang berbasis asrama.

 

“Kita ingin terus menyapa dan meng-update pengelolaan Sekolah Rakyat agar pelaksanaannya berjalan optimal dan mampu menjawab dinamika sosial yang beragam,” ujar Khofifah.

 

 

 

Saat ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, yakni 26 SR, dengan total 2.249 siswa yang tersebar dalam 98 rombongan belajar—terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA.

 

Menurut Khofifah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang lahirnya potensi anak-anak bangsa yang selama ini kurang terlihat, namun memiliki kemampuan luar biasa jika diberi kesempatan.

 

“Di Sekolah Rakyat ini banyak anak-anak yang brilian dan berlian. Kadang tidak tampak, tetapi ketika diberi ruang, potensinya muncul,” tegasnya.

 

 

 

Ia juga menyinggung apresiasi Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penampilan siswa Sekolah Rakyat saat peresmian 166 SR se-Indonesia, termasuk kemampuan pidato multibahasa yang ditunjukkan siswa asal Jawa Timur.

 

Khofifah mengingatkan pentingnya kepekaan para Kepala Sekolah dan Tendik terhadap latar belakang sosial siswa yang beragam, serta menekankan perlunya respons cepat terhadap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah.

 

“Masalah tidak boleh dibiarkan. Harus segera dicarikan solusi dengan melibatkan Dindik, Dinsos, hingga pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

 

 

 

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Choiri Fauzi mengapresiasi komitmen Gubernur Khofifah dalam mendukung program Sekolah Rakyat.

 

“Dari 166 Sekolah Rakyat se-Indonesia, terbanyak ada di Jawa Timur. Prestasi ini layak mendapat apresiasi khusus,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Kementerian PPPA akan mendukung penuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai upaya memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan, pengasuhan, dan masa depan yang lebih baik.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi E DPRD Jatim Dr. H. Rasyo, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, serta jajaran perangkat daerah terkait. (ivan)