Dalam peninjauan tersebut, Emil juga mengapresiasi solidnya koordinasi lintas pihak dalam penanganan Sungai Petung. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci agar penanganan banjir berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi PUSDA Jawa Timur dan Pemerintah Kota Pasuruan yang berkomunikasi sangat baik. Sepanjang Sungai Petung terdapat sekitar empat kilometer titik rawan banjir akibat penyempitan dan sedimentasi. Segmen yang kini ditangani menjadi prioritas dalam satu bulan ke depan sejak 20 Januari,” ujarnya.
Selain normalisasi, Wagub Emil meninjau langsung kondisi tebing sungai yang mengalami longsor. Berdasarkan data kerusakan, tebing sungai ambrol sepanjang 9–10 meter dengan tinggi sekitar 4 meter, serta kerusakan parapet sepanjang 10 meter dengan tinggi 1,2 meter.