Khofifah Putar Tujuh Pejabat Eselon II, Terapkan Sistem Talent DNA di Pemprov Jatim

parlemen | 30 Januari 2026 13:08

Khofifah Putar Tujuh Pejabat Eselon II, Terapkan Sistem Talent DNA di Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah lakukan penyegaran tujuh pejabat eselon II Pemprov Jatim. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penyegaran terhadap tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rotasi jabatan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800.1.3.3/362/204/2026.

 

Khofifah menegaskan, mutasi kali ini menjadi yang pertama menggunakan pendekatan talent DNA, dengan seluruh tahapan dijalankan berbasis sistem merit dan uji kompetensi. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (30/1/2026).

 

“Ini proses pertama yang menggunakan talent DNA. Semua berjalan melalui sistem merit dan uji kompetensi,” ujar Khofifah usai melantik para pejabat di Surabaya, Jumat, (30/1/2026).

 

 

 

Dalam keputusan tersebut, tujuh pejabat menempati jabatan baru sekaligus ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) pada jabatan sebelumnya guna menjaga kesinambungan kinerja organisasi.

 

Beberapa pejabat yang mengalami rotasi di antaranya Mohammad Yasin, dari Kepala Bappeda menjadi Kepala BPKAD Jatim. Dr. Nurkholis bergeser dari Kepala Dinas ESDM ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Dydik Rudi Prasetya, sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan, kini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim.

 

Sementara itu, Imam Hidayat yang sebelumnya memimpin Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Sufi Agustini, eks Kepala Bakorwil Pamekasan, ditunjuk sebagai Kepala DP3AK Jatim, sedangkan Tri Wahyu Liswati bergeser menjadi Kepala Bakorwil Bojonegoro.

 

Khofifah menjelaskan, tim uji kompetensi melibatkan unsur akademisi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga, Sekretaris Daerah, Kepala BKD, serta unsur internal dan eksternal Pemprov Jatim.

 

 

Menurutnya, penunjukan Plt dilakukan sembari menunggu pengisian jabatan definitif pada sejumlah OPD yang saat ini masih kosong.

 

“Penempatannya disesuaikan dengan talent DNA dan hasil uji kompetensi,” ujarnya.

 

Khofifah menambahkan, penyegaran pejabat akan dilakukan bertahap dan tidak berhenti pada putaran ini.

 

“Ini baru gelombang pertama. Masih ada OPD yang kosong dan akan dilanjutkan dengan uji kompetensi berikutnya,” pungkasnya. (ivan)