SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya pengendalian harga bahan pokok melalui pelaksanaan pasar murah menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi meningkatnya permintaan.
Pasar murah tersebut digelar di Lapangan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Sabtu, (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (8/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
“Ramadhan sudah semakin dekat. Permintaan bahan pokok pasti meningkat. Melalui pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau sekaligus membantu mengendalikan inflasi dan menjaga stabilisasi harga,” ujar Khofifah di Surabaya.
Dalam pasar murah tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp13.000 per liter, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.
Selain itu, tersedia tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Untuk menjaga stabilitas harga bumbu dapur, Pemprov Jatim juga menyediakan cabai rawit merah seharga Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
“Tidak hanya kebutuhan pokok, bumbu dapur juga kita sediakan dengan harga terjangkau,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, kegiatan pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan telah dilaksanakan secara masif di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Bersama-sama kita jaga pasokannya agar tetap aman, dan harganya tetap ramah di kantong masyarakat,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, pasar murah Pemprov Jatim bersifat komplementer dengan program serupa yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten dan kota, khususnya dalam memperkuat penanganan persoalan ekonomi di wilayah pinggiran dan kawasan hinterland Surabaya.
“Ini bentuk komplementaritas dengan tugas Pemkab dan Pemkot. Jadi kita saling melapisi,” tegasnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, pasar murah tersebut juga diramaikan oleh stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan berbagai produk makanan dan jajanan.
Salah seorang warga Tambak Wedi, Surabaya, Nur Hasanah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia bahkan mendapatkan beras gratis saat berbelanja.
“Alhamdulillah, tadi saya berniat membeli beras dan minyak goreng, malah mendapatkan beras gratis dari Ibu Gubernur,” ujarnya. (ivan)