Intelektual Muslimat NU Diminta Hadirkan Solusi Nyata bagi Bangsa

parlemen | 10 Februari 2026 06:20

Intelektual Muslimat NU Diminta Hadirkan Solusi Nyata bagi Bangsa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (dok antara)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong kalangan intelektual perempuan Muslimat NU untuk mengambil peran lebih strategis dalam menjawab tantangan kebangsaan melalui pemikiran yang membumi dan bernilai kemaslahatan.

 

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) sekaligus pengukuhan pengurus APMNU di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (10/2/2026).

 

Menurut Khofifah, para profesor Muslimat NU memiliki modal keilmuan yang kuat. Namun, tantangan utama ke depan adalah bagaimana ilmu tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

“Ilmu yang dimiliki para profesor Muslimat NU harus mampu dibumikan, memberi jawaban atas persoalan umat, dan menghadirkan kemaslahatan,” ujar Khofifah, Senin, (9/2/2026).

 

 

Rakornas APMNU diikuti para profesor Muslimat NU dari berbagai daerah di Indonesia serta dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi. Forum tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna, sekaligus menjadi ruang konsolidasi gagasan perempuan ulama dan akademisi NU.

 

Selain membahas isu-isu strategis kebangsaan, Rakornas juga membicarakan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi sebagai penguatan kelembagaan APMNU ke depan.

 

Khofifah menegaskan, kekuatan Nahdlatul Ulama tidak hanya terletak pada kapasitas intelektual, tetapi juga pada nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan tradisi kerakyatan yang selama ini menjadi ciri khas NU.

 

“Intelektualitas dan kerakyatan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya justru bisa berjalan beriringan,” katanya.

 

 

 

 

Pada kesempatan itu, Khofifah mengukuhkan kepengurusan APMNU yang dipimpin Prof. Dr. Amany Lubis. Ia berharap APMNU menjadi wadah pengabdian keilmuan yang berkelanjutan bagi umat dan bangsa.

 

“Ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika disertai ketulusan, kesederhanaan, dan semangat khidmah. Nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat oleh Muslimat NU,” pungkasnya. (ivan)