Pemprov Jatim dan BI Perkuat TPID–TP2DD, Khofifah Pastikan Distribusi Lancar dan Harga Terkendali

parlemen | 27 Februari 2026 04:00

Pemprov Jatim dan BI Perkuat TPID–TP2DD, Khofifah Pastikan Distribusi Lancar dan Harga Terkendali
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim serta dihadiri kepala daerah se Jawa Timur ditandai dengan diberangkatkannya truk Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) di Gedung Negara Grahadi. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Kamis, (26/2/2026), di Gedung Negara Grahadi.

 

Pertemuan strategis yang dihadiri seluruh kepala daerah se-Jawa Timur ini menegaskan pentingnya kelancaran distribusi dan komunikasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (27/2/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa koordinasi antar daerah dan instansi telah berjalan baik, sehingga ketersediaan pangan tetap aman dan harga terjangkau.

 

“Kelancaran distribusi bisa dipastikan dan komunikasi efektif terus dimaksimalkan. Kehadiran langsung para kepala daerah menunjukkan keseriusan menjaga stabilitas harga,” ujar Khofifah.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim juga meluncurkan program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) yang ditandai dengan pemberangkatan truk distribusi bahan pokok. Program ini akan menyasar sejumlah wilayah, termasuk 15 titik di Kabupaten Bangkalan selama Ramadan, dengan membawa komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan gula.

 

Khofifah menambahkan, upaya stabilisasi harga juga dilakukan dengan memastikan pelaku usaha, termasuk penjual minyak goreng, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan membantu proses perizinan tersebut agar distribusi berjalan tertib dan transparan.

 

Selain distribusi, penguatan digitalisasi pasar juga menjadi perhatian. Saat ini, sebanyak 26 pasar sampling Badan Pusat Statistik (BPS) di Jawa Timur telah terkoneksi secara digital, sehingga memungkinkan pemantauan harga secara real time dan koordinasi cepat jika terjadi lonjakan harga.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan bahwa kolaborasi TPID dan TP2DD menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

 

“Kami ingin memastikan pasokan kebutuhan masyarakat terjaga dengan baik. Semua pihak, termasuk Bulog, dinas terkait, dan Pertamina telah memastikan kesiapan logistik dan energi menjelang Ramadan dan Lebaran,” jelasnya.

 

 

 

Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif Pemprov Jatim, termasuk program mudik gratis, yang dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan.

 

Melalui sinergi TPID dan TP2DD, pemerintah berharap stabilitas harga tetap terjaga, distribusi pangan lancar, dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. (ivan)