“Kemiskinan menjadi salah satu fokus kami. Kami tidak hanya mengandalkan bansos, tetapi juga memperkuat bantalan sosial melalui program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi,” kata Ipuk.
Program ASN Berbagi merupakan gerakan partisipatif aparatur sipil negara yang menyalurkan bantuan rutin kepada warga miskin. Sedangkan Banyuwangi Berbagi melibatkan unsur pentahelix, termasuk sektor swasta dan masyarakat, melalui program seperti bedah rumah dan layanan kesehatan.
Ipuk menilai bantuan dari Pemprov Jatim memberikan dampak positif, terlebih disalurkan menjelang bulan Ramadhan.
“Terima kasih Ibu Gubernur atas bantuan ini. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga Banyuwangi, apalagi bertepatan dengan Ramadhan,” ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bantalan sosial, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta mempercepat penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi. (ivan)