Khofifah Sambut Swaniti Initiative, Jatim Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan Menuju Ekonomi Hijau

parlemen | 06 Maret 2026 17:31

Khofifah Sambut Swaniti Initiative, Jatim Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan Menuju Ekonomi Hijau
Terima Audiensi Swaniti Initiative, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Jatim Percepat Energi Terbarukan dan Target Net Zero Emission 2050.

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Swaniti Initiative di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, (4/3/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan energi terbarukan, ekonomi hijau, serta rencana pembentukan konsorsium sektor swasta melalui program Meridian Collective.

 

Dalam pertemuan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kunjungan organisasi yang berbasis di Houston, Amerika Serikat tersebut. Ia menilai audiensi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat target Jawa Timur menuju net zero emission

 

“Kami menyambut baik kunjungan Swaniti Initiative ke Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat target provinsi menuju Net Zero Emission 2060,” kata Khofifah.

 

 

 

Menurutnya, percepatan target hingga 2050 sangat mungkin dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama menjalankan langkah nyata dalam transisi energi.

 

Sejauh ini, Jawa Timur telah menjalankan berbagai program strategis untuk mempercepat transisi menuju energi bersih. Beberapa di antaranya pembangunan PLTB Wongsorejo Banyuwangi berkapasitas 50 MW, pengembangan PLTS atap bagi pelanggan dan institusi, serta pemberian insentif pajak 0 persen untuk kendaraan listrik.

 

Selain itu, berbagai program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim juga terus diperkuat, seperti gerakan mangrove lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi pesisir, serta penguatan sektor pertanian.

 

 

Khofifah menilai inisiatif Swaniti melalui program Meridian Collective sejalan dengan komitmen Jawa Timur dalam mempercepat transformasi energi dan pembangunan rendah karbon.

 

“Program ini sangat bagus. Mungkin bisa di-break down lebih detail lagi, lebih konkret program apa yang bisa kita kerjasamakan sehingga memberi dampak nyata bagi green economy, ketahanan iklim, dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa Pemprov Jatim terus mendorong pengembangan energi terbarukan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional.

 

Menurut Emil, partisipasi Jawa Timur dalam berbagai forum global membuka peluang besar untuk mendapatkan dukungan teknologi dan pembiayaan dalam pengembangan energi bersih.

 

“Ini bukan sekadar profil provinsi, tetapi kesempatan nyata untuk berbagi praktik terbaik sekaligus membuka dukungan teknologi dan investasi dari mitra global,” katanya.

 

 

 

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam percepatan transisi energi. Konsorsium yang melibatkan perusahaan nasional dan internasional dinilai dapat memastikan proyek energi terbarukan berjalan lebih terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Sementara itu, CEO Swaniti Initiative Rwitwika Bhattacharya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pengembangan energi terbarukan.

 

Menurutnya, kepemimpinan Khofifah dalam mendorong pembangunan rendah karbon menjadi daya tarik bagi kerja sama internasional dan investasi hijau.

 

“Transisi energi tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

 

 

 

 

Ia menambahkan pihaknya berencana membentuk konsorsium yang melibatkan sektor swasta untuk memperkuat implementasi proyek energi terbarukan, meningkatkan efisiensi teknologi, serta memperluas akses pembiayaan.

 

“Kolaborasi ini akan memastikan proyek berjalan terintegrasi, berdampak nyata bagi masyarakat, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Jawa Timur,” pungkasnya. (ivan)