Pasar Murah di Pamekasan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Terjangkau Jelang Idul Fitri

parlemen | 09 Maret 2026 18:34

Pasar Murah di Pamekasan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Terjangkau Jelang Idul Fitri
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau sekaligus menyapa warga saat pelaksanaan pasar murah di Taman Parembhegen Patemon, Kabupaten Pamekasan, sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.

 

 

PAMEKASAN, PustakaJC.co – Pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Taman Parembhegen Patemon, Kabupaten Pamekasan, Minggu, (8/3/2036), diserbu masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia memastikan stok bahan pokok di Jawa Timur dalam kondisi aman dan harga relatif stabil selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

 

“Harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang khususnya di bulan Ramadan,” ujar Khofifah.

 

 

Menurutnya, pasar murah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasar.

 

Khofifah menjelaskan bahwa menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pokok rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan langkah stabilisasi agar distribusi dan harga tetap terkendali sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih mudah.

 

“Pengendalian inflasi dan stabilisasi perlu kita lakukan dengan memberikan keterjangkauan harga untuk bisa mendekatkan kepada para konsumen,” tegasnya.

 

 

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng merek MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

 

Selain itu tersedia pula bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan bantuan beras kepada para lansia serta telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga. Ia juga memborong berbagai produk pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat lokal.

 

 

Salah satu pengunjung pasar murah, Tutik, warga Kelurahan Patemon yang sehari-hari berjualan nasi ayam, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan harga bahan pokok yang dijual jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasar.

 

“Saya beli beras, bawang merah, ayam, telur, gula, tepung. Harganya terjangkau dan sangat membantu masyarakat apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bisa menambah stok kebutuhan pokok di rumah sampai lebaran,” ujarnya. (ivan)