SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar pasar murah di Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurut Khofifah, pasar murah menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan saat permintaan masyarakat meningkat menjelang Lebaran. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (17/3/3026).
“Menjelang Idul Fitri biasanya permintaan bahan pokok meningkat. Karena itu kami terus menggelar pasar murah agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya di Surabaya, Senin (16/3).
Ia menjelaskan hingga saat ini Pemprov Jatim telah menggelar pasar murah sebanyak 56 kali di berbagai daerah. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dalam pasar murah itu, berbagai komoditas pangan dijual di bawah harga pasar. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu juga tersedia telur ayam ras Rp22.000 per pack, daging ayam ras Rp30.000 per pack, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.
Khofifah berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga bisa menyambut Lebaran dengan lebih tenang.
“Harapannya stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengundang masyarakat Jawa Timur untuk hadir dalam open house Idul Fitri di Gedung Negara Grahadi.
“Insya Allah tanggal 1 Syawal, untuk Forkopimda dan pemkab/pemkot mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Dilanjutkan masyarakat umum mulai pukul 14.00 sampai 16.00 WIB di Grahadi,” ujarnya.
Kegiatan pasar murah ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu pelaku UMKM, David, mengapresiasi program tersebut karena memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk ikut berjualan.
“Alhamdulillah kami para pelaku UMKM juga dilibatkan. Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, kami juga bisa menambah penghasilan,” katanya.
Warga setempat, Marni, juga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
“Adanya pasar murah ini sangat membantu kami, apalagi menjelang Lebaran kebutuhan banyak dan harga di pasar biasanya naik,” ujarnya. (ivan)