Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin Resmi Duduki Kursi Komisaris Independen BSI

parlemen | 18 Maret 2026 14:00

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin Resmi Duduki Kursi Komisaris Independen BSI
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Addin Jauharudin (kiri) dan Sekjen H A Rifqi Al Mubarok, saat menghadiri Apel Santri di Ponpes Buntet, Cirebon, (dok kompas)

JAKARTA, PustakaJC.co — Addin Jauharudin resmi menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan melalui proses uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). 

 

"BSI telah menerima keputusan dari OJK melalui surat nomor SR-215/PB.13/2026 tanggal 06 Maret 2026 perihal Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas pengangkatan Komisaris Independen BSI," tulis manajemen BSI dalam Laporan Informasi di keterbukaan informasi BEI, Demikian dikutip dari money.kompas.com, rabu, (18/3/2026). 

 

Mengacu pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, keputusan tersebut tertuang dalam surat OJK bernomor SR-215/PB.13/2026 tertanggal 6 Maret 2026. Dengan demikian, Addin efektif menjalankan tugasnya sejak 11 Maret 2026.

 

 

Perseroan menyampaikan bahwa pengangkatan ini sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 16 Mei 2025. Manajemen BSI juga menegaskan bahwa perubahan susunan komisaris ini tidak memengaruhi operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

 

 

Dari sisi latar belakang, Addin Jauharudin dikenal aktif di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor yang merupakan badan semi otonom Nahdlatul Ulama. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor periode 2024–2029.

 

 

Karier organisasinya dimulai sejak masa mahasiswa, termasuk pernah memimpin Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sebagai Ketua Umum periode 2011–2013. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan milik negara, seperti menjadi komisaris di PT Garam, PT Pos Indonesia, dan PT Waskita Karya.

 

 

Di bidang akademik, pria kelahiran Cirebon tahun 1980 ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Agama Islam Al-Aqidah, kemudian meraih gelar magister di Universitas Trisakti dan doktor di Universitas Brawijaya dengan fokus pada manajemen strategis. (frcn)