Gubernur Khofifah Borong Bandeng Jumbo di Pasar Tradisional Gresik

parlemen | 19 Maret 2026 16:59

Gubernur Khofifah Borong Bandeng Jumbo di Pasar Tradisional Gresik
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi salah satu stand pedagang bandeng di Pasar Bandeng Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mencuri perhatian saat mengunjungi Pasar Bandeng Gresik, Rabu, (18/3/2026). Dalam kunjungannya, ia memborong sejumlah bandeng berukuran jumbo atau bandeng kawak, yang langsung memicu antusiasme warga dan pedagang.

 

Sejak tiba di lokasi, Khofifah disambut kerumunan masyarakat yang memadati area pasar. Ia tampak menyapa pedagang satu per satu, memilih langsung bandeng berukuran besar, hingga akhirnya membeli dalam jumlah banyak. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (19/3/2026).

 

Tak sekadar berbelanja, Khofifah juga berinteraksi dengan warga. Bahkan, ia membagikan uang Rp50 ribu kepada anak-anak yang berada di sekitar pasar, menambah suasana hangat di tengah keramaian tradisi tahunan tersebut.

 

Khofifah menjelaskan, bandeng yang dibelinya akan digunakan sebagai bahan utama lomba memasak berbasis bandeng yang digelar di Gedung Grahadi, Surabaya.

 

“Belanja bandengnya lumayan, karena ini sebagai bahan baku untuk lomba memasak berbasis bandeng. Lomba ini sudah memasuki tahun ke-6,” ujar Khofifah.

 

 

Ia menambahkan, lomba tersebut akan diikuti oleh kepala OPD, BUMD, hingga kepala rumah sakit di lingkungan Pemprov Jatim. Kegiatan itu juga dirancang sebagai ajang kebersamaan, bahkan peserta diminta membawa keluarga untuk sahur bersama.

 

Lebih jauh, Khofifah menilai Gresik memiliki potensi besar sebagai daerah budidaya bandeng unggulan di Jawa Timur. Ia juga menyoroti daya tarik Pasar Bandeng sebagai destinasi khas bagi masyarakat, khususnya saat momen mudik Lebaran.

 

“Pasar bandeng di Gresik ini indah. Bahkan cucu saya yang baru mudik menjadikan pasar bandeng sebagai salah satu destinasi yang ingin dikunjungi,” katanya.

 

 

 

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya sekadar jual beli, tetapi juga menghadirkan suasana khas yang sulit ditemukan di daerah lain, mulai dari ukuran bandeng yang besar hingga harga yang relatif terjangkau.

 

Sementara itu, Ridwan, pedagang asal Mengare, mengaku bersyukur karena dagangannya kembali diborong oleh Khofifah.

 

“Tahun lalu juga dibeli. Alhamdulillah senang sekali, semoga tahun depan bisa seperti ini lagi,” ujar Ridwan. (ivan)