JAKARTA, PustakaJC.co — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman menjelang periode mudik Lebaran 2026. Pemerintah menegaskan tidak akan memberlakukan pembatasan pembelian BBM bagi masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Demikian dikutip money.kompas.com, jum'at, (20/3/2026).
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa masyarakat dapat membeli BBM sesuai kebutuhan tanpa perlu khawatir akan kelangkaan pasokan. Ia menekankan, kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama libur Idulfitri.
Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini berada pada kisaran 27 hingga 28 hari, melampaui batas minimum yang ditetapkan. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi lonjakan kebutuhan energi, khususnya di sektor transportasi dan kelistrikan selama masa mudik.
"Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini," kata dia.
Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Yuliot juga meminta masyarakat tetap tertib saat melakukan pengisian BBM di SPBU guna menghindari antrean panjang maupun potensi kericuhan.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata selama periode Lebaran.
"Kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri. Ini kita bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi," pungkasnya. (frcn)