Jatim–Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Bidik Jalur Ziarah Internasional

parlemen | 06 April 2026 06:37

Jatim–Uzbekistan Perkuat Wisata Religi, Bidik Jalur Ziarah Internasional
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov bersama Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangka memperkuat kerja sama budaya dan wisata religi antara Jawa Timur dan Uzbekistan. (dok antara)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kerja sama dengan Uzbekistan di sektor budaya dan wisata religi, membuka peluang besar konektivitas ziarah internasional.

 

Penguatan kerja sama ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev, serta Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (6/4/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pertemuan tersebut turut dihadiri ulama dan akademisi dari kedua negara, termasuk imam dari Masjid Imam Bukhari.

 

“Delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi. Kami juga mengundang alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” ujar Khofifah, Minggu (5/4).

 

 

 

Ia menegaskan adanya kedekatan historis dan spiritual antara Jawa Timur dan Samarkand, terutama melalui jejak ulama besar Islam. Salah satunya adalah Imam Bukhari yang makamnya menjadi destinasi utama ziarah di Uzbekistan.

 

“Ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk wisata religi,” katanya.

 

Khofifah juga menyinggung keterkaitan sejarah penyebaran Islam di Nusantara melalui tokoh seperti Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang memiliki hubungan dengan kawasan Asia Tengah.

 

 

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim mulai melibatkan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan, untuk menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Samarkand. Selain itu, penguatan konektivitas transportasi juga didorong, termasuk peluang pembukaan rute penerbangan langsung ke Tashkent atau Samarkand.

 

“Penguatan konektivitas ini diharapkan mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Adiz Boboev menyambut baik inisiatif tersebut dan membuka peluang kerja sama lebih luas.

 

“Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” katanya, seraya mengundang masyarakat Jatim untuk berkunjung dan berziarah ke Uzbekistan.

 

Kerja sama ini tak sekadar simbol diplomasi, tetapi membuka jalur baru wisata religi internasional yang berpotensi menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat ikatan sejarah Islam antara Jawa Timur dan Asia Tengah. (ivan)