Pasar Murah Digelar di Sidoarjo, Pemprov Jatim Jual Beras Rp11 Ribu hingga Cabai Rp5 Ribu

parlemen | 09 April 2026 07:09

Pasar Murah Digelar di Sidoarjo, Pemprov Jatim Jual Beras Rp11 Ribu hingga Cabai Rp5 Ribu
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indiyah, saat meninjau pelaksanaan pasar murah di Sidoarjo. (dok antara)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah di Desa Sedatiagung, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (8/4), sebagai upaya menekan lonjakan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Iwan, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program besar Pemprov yang menargetkan 110 titik pasar murah sepanjang 2026. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (9/4/2026).

 

“Ini adalah titik ke-59 dari total 110 titik pasar murah di Jawa Timur tahun 2026, yang dilaksanakan demi menekan harga pangan,” ujarnya.

 

 

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram, sementara beras medium SPHP dijual Rp11.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia dengan harga Rp13.000 per liter.

 

Tak hanya itu, masyarakat juga bisa mendapatkan telur ayam ras seharga Rp22.000 per pak, daging ayam Rp30.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

 

Untuk komoditas bumbu dapur, bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan paket cabai Rp5.000 per 200 gram.

 

Iwan menegaskan, pelaksanaan pasar murah ini merupakan arahan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, agar kegiatan difokuskan di wilayah permukiman warga, khususnya desa dan kelurahan.

 

“Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

 

 

Ia juga memastikan, Pemprov Jatim akan terus memantau perkembangan harga dan titik-titik inflasi di berbagai daerah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah titik pasar murah akan ditambah jika diperlukan.

 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. (ivan)