Menurutnya, digitalisasi logistik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin akurasi data, ketepatan distribusi, dan mencegah penggunaan barang kedaluwarsa.
“Melalui sistem FIFO, bisa diketahui apakah logistik sudah mendekati masa expired atau belum. Jangan sampai itu terjadi,” imbuhnya.
Selain itu, Khofifah juga mengingatkan seluruh kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Niño.
Pemprov Jatim, kata dia, telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk distribusi pompa air dalam melalui Dinas PU untuk daerah rawan kekeringan.
“Indeks Pertanaman harus tetap dijaga di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” ujar Khofifah.