Upaya pelindungan juga diperkuat sejak tahap pra-penempatan melalui pembekalan administrasi, pemahaman budaya dan bahasa, serta pelatihan keterampilan. Selain itu, monitoring di negara penempatan terus ditingkatkan guna memastikan keamanan PMI sekaligus mendorong kepercayaan terhadap jalur legal.
Adhy menutup dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kualitas dan martabat PMI di kancah global.
“Ketika satu orang migran dilindungi, sejatinya kita sedang melindungi martabat bangsa kita sendiri,” pungkasnya. (ivan)