Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026

parlemen | 17 April 2026 13:07

Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok jawapos)
JAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai melaporkan kondisi sektor energi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Jum'at, (17/4/2026). 
 
 
“Kita akan mencari harga yang terbaik. Yang jelas, kita akan berupaya agar tidak melebihi harga pasar,” kata Bahlil. Demikian dikutip dari Jawapos.com, jum'at, (17/4/2026). 
 
 
Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM tetap stabil dengan mengupayakan posisi harga berada di bawah atau setidaknya setara dengan harga pasar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional.
 
 
Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman. Ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri disebut telah terjamin hingga Desember 2026. Hal ini membuat masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan energi.
 
 
“Untuk minyak mentah selama satu tahun ke depan, mulai bulan ini hingga Desember, insyaallah sudah aman. Jadi kita tidak perlu risau,” ujarnya. 
 
 
Tak hanya BBM, stok LPG nasional juga dilaporkan berada di atas batas minimum. Kondisi tersebut menjadi landasan kuat bagi pemerintah dalam menjaga kestabilan harga energi, khususnya untuk sektor subsidi.
 
 
Dalam upaya memperkuat ketahanan energi jangka panjang, pemerintah turut menjajaki kerja sama strategis dengan Rusia. Negara tersebut disebut siap memasok minyak mentah ke Indonesia serta mendukung pembangunan infrastruktur energi guna meningkatkan cadangan nasional.
 
 
Pemerintah pun kembali menegaskan bahwa kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun 2026 telah menjadi kesepakatan bersama. (frchn)